Logo Baru, Saatnya Berubah?

By Hysa Ardiyanto

Awal bulan Mei ini Badan Liga Indonesia (BLI) menggelar lomba logo Indonesia Super League (ISL). Langkah ini merupakan sebuah sinyal bagi arah kompetisi sepakbola di Indonesia. Inisiatif untuk menciptakan sebuah logo bagi kompetisi ini bisa dilihat sebagai isyarat memantapkan format ISL. Logo mengandung filosofi dan konsep di dalamnya, sehingga adanya logo menunjukkan keinginan untuk menunjukkan visi, misi dan karakter yang terdapat dalam filosofi / nilai-nilai ISL.

Hal ini hendaknya juga dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya seperti klub. Sudah saatnya klub-klub (dmulai dari peserta ISL) memperhatikan kembali logonya. Kewajiban klub untuk beralih menjadi Perseroan Terbatas merupakan saat yang tepat untuk melakukan perubahan logo. Pemangkasan APBD yang menjadi sumber dana utama bagi klub-klub memaksa klub untuk mencari sumber dana lain. Untuk mendapatkannya, klub-klub harus bisa menjual diri, menunjukkan performa yang menjanjikan bagi calon sponsor.

Tampilan logo ditunjang dengan komunikasi visual lainnya merupakan aspek penting dalam menjual diri. Selain menunjukkan kredibilitas pada calon sponsor, komunikasi visual juga bisa diharapkan dalam menarik dukungan dari supporter. Semakin banyak dukungan tentunya semakin menaikkan harga jual klub di hadapan sponsor. Selain itu pengemasan merchandise yang menarik juga bisa diharapkan sebagai potensi pendapatan klub, tentunya harus diiringi dengan prestasi yang bagus. BLI sudah memulai, kapan klub-klub mulai? setidaknya Persib sudah.

2 Responses to “Logo Baru, Saatnya Berubah?”

  1. anton Says:

    Saya setuju bila dikatakan sudah saatnya klub-klub (dmulai dari peserta ISL) memperhatikan kembali logonya. Kewajiban klub untuk beralih menjadi Perseroan Terbatas merupakan saat yang tepat untuk melakukan perubahan logo. Lebih dari itu, mungkin klub2 pesrta ISL harus mempertimbangkan nickname baru yang tepat dan lebih segar untuk mereka, sehingga ISL akan tampak lebih berwarna. Sehingga di tabel klasmen nanti, penguninya tidak hanya melulu diisi oleh klub-klub berinisial P, atau Per, atau Persi, dan sejenisnya. Mebosankan, sulit diingat, dan sangat tidak kreatif. Mungkin nama sponsor atau, akan lebih membanggakan, nama kota tempat mereka bermarkas bisa dijadikan oilihan nama-nama yang saya maksud.

  2. jarvis Says:

    sudah ada pengumuman pemenangnya tuh, dari hasil googling gw dapetin website yang posting tentang pemenang logo isl, di sini, coba ja dikunjungi

Leave a Reply